2 Kunci Sukses

SahabatRB yang bahagia,

Pelatihan Kerajinan Flanel Rumah Balqis

Sumber gambar: Google

Dalam menjalani aktivtas hidup, tentu kita menginginkan semua sesuai apa yang ada didalam benak kita. Sukses dan bahagia. Setuju? Ya, semua menginginkan hal itu. Rencana dan angan-angan kadang kala begitu indah, namun pada praktiknya tak semudah dalam bayangan. Proses yang kita lewati bukan seperti jalan lurus yang lempeng, akan tetapi justru sebaliknya jalan yang terjal, naik turun yang tajam, rintangan disana dan disini, semua itu adalah sunnatullaah. Oleh karena itu, para sahaat Rasulullah saw telah memiliki 2 kunci sukses dalam hidup mereka, baik dalam ibadah mereka, dakwah mereka, perniagaan mereka, dan dalam kehidupan bermasyarakat dan berrnegara yang mereka lalui. 2 kunci suksesnya itu adalah:

Pertama, yakin kepada sesuatu yang ghoib. Yang dimaksud ghoib diantaranya adalah tentang jodoh, rezeki, ajal, pertolongan Allooh, surga, neraka, masa depan, malaikat, syaitan, hari akhir, akhirat, yang semua itu tak nampak oleh mata dan keberadaannya tapi pasti ada. Itulah yang kemudian disebut dengan yang ghoib.

Kunci pertama ini memberi pelajaran kepada kita bahwa kadang kala kita kurang yakin terhadap janji Allooh, sederhananya begini contohnya. Allooh telah menjanjikan akan menambah kekayaan bagi mereka yang bersedekah, tapi justru kita sendiri yang ragu dan bahkan memilih uang paling kecil di dompet kita tatkala melihat kotak infaq menghampiri kita.

Begini bunyi hadits Rasulullaah saw:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah diri) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” (HR. Muslim dari hadits Abu Hurairah)

Dari hadits tersebut seharusnya kita tak lagi ragu apalagi khawatir saat kita hendak sedekah, nah itu artinya jika kita masih ragu dan khawatir dan memilih mengeluarkan uang yang sedikit itu artinya barangkali kita belum yakin kepada sesuatu yang ghoib, dalam hal ini adalah rezeki.

Mengapa itu terjadi, karena ada bisikan syaitan yang bekerja membuat kita ragu:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 168)

Oleh karena itu, dari sini kita bisa petik pelajaran bahwa yang namanya yakin kepada sesuatu yang ghoib adalah kunci kita untuk meraih sukses, baik dunia maupun akhirat. Tugas kita sekarang adalah yakin saja, tanpa kecuali. Yakin kepada janji Allooh, yakin kepada jaminan Allooh.Yakin kepada pertolongan ALlooh, yakin kepada rezeki Allooh, yakin kepada Rasulullooh. Sesederhana itu.

Kunci sukses yang  Kedua adalah paham hukum sebab dan akibat (Sababiyah)

Yakin kepada janji Allooh saja tidaklah cukup, akan tetapi ada upaya secara fisik yang harus kita lakukan untuk meraih janji Allooh itu. Yakin padaNya saja kurang, tetapi kita kudu mengamalkan aktivitas yang mengantarkan kita kepada kesuksesan. Tidak cukup hanya dengan dzikir saja kita dapat menjadi kaya, tapi dengan jalan sebab akibat apa yang menjadikan kita kaya. Banyak sebab akibatnya, bisa melalui jalan berniaga, yang dibarengi dengan sedekah, tahajud, shalat dhuha sebagai sarana kita memantapkan kita kepada janji ALlooh dan makin taatnya kita kepada ALlooh sehingga kita pantas mendapat pertolongan dari Allooh swt.

Kedua kunci ini adalah kunci yang digunakan oleh para shahabat nabi yang terdahulu. Sebut saja misalkan Abu Bakar ash-Shiddiq. Ia adalah contoh yang begitu yakin kepada Allooh dan Rasulnya. Tatkala sahabat lainnya menginfaqkan setengah hartanya untuk kepentingan dakwah, justru sebaliknya, Abu Bakar menginfaqkan seluruh hartanya. Ia sama sekali tak khawatir jika keluarganya kelaparan. Ia juga sama sekali tidak khawatir ia bakal kekurangan. Karena ia berucap, “Cukuplah ALlooh dan Rasullullooh bagi dirinya”. Artinya, keyakinanya sungguh luar biasa. Ini dari sisi kunci yakin.

Dari sisi kunci sebab akibat, seorang abdurrahman bin auf yang setelah hijrah ke madinah, ia meninggalkan seluruh hartanya, dan tak sedikitpun ia bawa, maka sesampainya ia di madinah ia bertanya kepada para shahabat, “Tunjukkan saya pasar.” Dan telah masyhur kita ketahui, Abdurrahman bin Auf adalah saudagar yang begitu kaya. Semua itu tidak lepas dari kunci yakin kepada yang ghoib, dan kedua kunci sebab akibatnya pun dilaksanakan. Wallohua’lam.

Sekian share saya kali ini, semoga manfaat ya..

Ingin ngobrol dengan saya langsung?
SMS 0896-0809-2002
WA 0896-6118-1853 atau
Invite 26c4bd0b atau 29eb0388

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s